Dengan paket sanksi baru dipertimbangkan masyarakat internasional setelah Korea Utara melakukan ujicoba nuklir keenam dan paling kuat pekan lalu, analis mengatakan China tampaknya masih keberatan untuk mendukung penghentian pasokan minyak, sebuah langkah yang dapat mengguncang rezim Kim Jong Un.
Berbicara dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB setelah Pyongyang hari Minggu menguji yang disebutnya bom hidrogen yang dapat dipasang pada hulu ledak misil balistik, Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley mengatakan hari Senin (4/6) Amerika kehilangan kesabaran terhadap Kim Jong Un yang mengajak perang. Ia mengatakan hanya sanksi paling keras akan memungkinkan penyelesaian ancaman nuklir yang makin meningkat itu melalui diplomasi.
Haley mengatakan ke 15 negara anggota Dewan Keamanan akan merundingkan rancangan sanksi baru yang lebih keras pekan ini dan mengupayakan agar dilakukan pemungutan suara hari Senin.
Baru sebulan lebih sejak Dewan Keamanan menyetujui resolusi sanksi setelah Korea Utara meluncurkan dua misil antar benua pada bulan Juli. Sanksi bertujuan mengurangi sepertiga pemasukan dari ekspor yang bernilai 3 miliar dolar setahun, dengan melarang ekspor batu bara, besi, timbal, dan makanan laut. Yang masih dapat digunakan agar Pyongyang menghentikan upaya mengembangkan senjata nuklir adalah dengan menghentikan pasokan minyakdan bahan bakar lain. [ds]
Read For More China Enggan Dukung Penghentian Pasokan Minyak Terhadap Korut : http://ift.tt/2j4X6gmBagikan Berita Ini
0 Response to "China Enggan Dukung Penghentian Pasokan Minyak Terhadap Korut"
Posting Komentar