Arus kedatangan pengungsi Rohingya yang melarikan dari Myanmar melambat Selasa (17/10) karena Bangladesh mulai menyaring pendatang baru. Proses ini menyebabkan antrian panjang dan membuat sekitar 15.000 pengungsi bertahan di pinggiran sungai yang meluap dengan perbekalan yang tidak mencukupi,kata pejabat PBB.
Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) memperkirakan 582.000 pengungsi yang hampir 60 persen diantaranya adalah anak-anak, sudah masuk ke Bangladesh.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa, UNHCR mengatakan banyak di antara pengungsi semula memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka di negara bagian Rakhine, Myanmar utara, walaupun berulangkali diancam supaya pergi atau dibunuh. Mereka akhirnya pergi karena desa mereka dibakar.
Organisasi Human Rights Watch mengatakan Selasa, gambar-gambar satelit terbaru menunjukkan setidaknya 288 desa di Rakhine yang sebagian atau sepenuhnya musnah dilalap sejak 25 Agustus. Militer Myanmar telah dituduh melakukan pembersihan etnis dengan cara memperkosa, membunuh, menjarah dan menanam ranjau darat untuk mencegah orang kembali ke rumah mereka.
Letnan Kolonel Soe Myint Oo dari Polisi Perbatasan Myanmar di Rakhine mengatakan kepada VOA Siaran Bahasa Birma, penduduk Muslim terus meninggalkan negara bagian itu, walaupun pemerintah membujuk mereka untuk tetap tinggal dan menjanjikan bantuan bahan pokok dan keamanan.
Hla Tun, seorang warga Rohingya mengatakan kepada VOA Siaran Bahasa Birma bahwa penduduk Muslim tetap tidak percaya terhadap janji pemerintah akan menyediakan perlindungan yang lebih baik. [al]
Read For More Ribuan Pengungsi Baru Rohingya Terlantar di Bangladesh : http://ift.tt/2ypIu1jBagikan Berita Ini
0 Response to "Ribuan Pengungsi Baru Rohingya Terlantar di Bangladesh"
Posting Komentar